Test Drive Daihatsu Ayla Mobil LCGC Hatchback Pilihan Terbaik Harga Rp150-200 Jutaan
- Editor
- 16 Sep 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 25 Sep 2024
Daihatsu Ayla dipasarkan pada rentang Rp157.050.000 – Rp205.750.000 (OTR Surabaya).

OTOPLUS ONLINE I Daihatsu Ayla merupakan satu dari 3 model Daihatsu di Indonesia yang telah menerapkan platform baru DNGA (Daihatsu New Global Architecture) selain Rocky dan All New Xenia.
Model Daihatsu berbasis platform DNGA ini didesain dengan mempertimbangkan hingga detail terkecil untuk menghadirkan performa tinggi, efisiensi bahan bakar yang optimal, dan kestabilan berkendara yang lebih baik.
Platform ini memungkinkan integrasi teknologi terbaru dengan peningkatan fitur kenyamanan dan keselamatan terkini, sekaligus tetap memiliki harga terjangkau dan kompetitif di kelasnya.
Sebagai salah satu pelopor mobil LCGC Hatchback, Ayla telah hadir selama lebih dari 1 dekade sejak 2013, dan telah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pelanggan di Indonesia.
Astra Daihatsu Motor menyodorkan 9 pilihan varian dimulai dari 1.0M M/T, 1.0X M/T, 1.0X CVT, 1.2R M/T, dan 1.2R CVT.
Khusus tipe X dan R ditawarkan dalam pilihan varian ADS yang punya tampilan lebih sporty dengan fitur lebih lengkap.
Sementara pilihan warnanya ada 8 dengan 3 warna baru yaitu Ruby Red Metallic, Compagno Red, dan Metallic Orange.
Daihatsu Ayla dipasarkan pada rentang Rp157.050.000 – Rp205.750.000 (OTR Surabaya).

Apa yang membuatnya menarik untuk dimiliki?
Diwakili varian termahalnya, 1,2 R CVT ADS berikut ulasannya.
Kelebihan
Konsumsi BBM Irit

Paling boros saat terjebak di kemacetan masih mencatatkan angka 14,6 km/liter.
Perpaduan platform DNGA, mesin 3 silinder dan transmisi baru tipe CVT terbukti membuat LCGC ini sangat irit.
Pada pengetesan kami, di rute tol dengan melaju konstan pada kecepatan 90 km/jam, konsumsi BBM rata-ratanya 26,1 km/liter.
Sementara dengan kondisi lalu lintas di dalam kota yang lancar, konsumsi BBM di kisaran 17,8 km/liter.
Lalu pada kondisi lalu lintas cenderung macet parah, capaian konsumsi BBMnya masih di 14,6 km/liter.
Mesinnya Responsif di Putaran Bawah

Mesin 3 silinder 1.198 cc menghasilkan torsi 5 Nm lebih besar dari mesin 4 silinder 1.197 cc milik Ayla sebelumnya.
Ayla menggunakan mesin 3 silinder berkapasitas bersih 1.198 cc.
Karakternya responsif di putaran bawah dan menengah.
Dipadukan dengan transmisi CVT, karakternya jadi klop.
Hatchback ini terasa mudah bergerak dari posisi diam sehingga menyenangkan saat dipakai beraktivitas di jalanan kota dengan kondisi arus lalu lintas yang cenderung stop and go.
Keuntungan lain, konsumsi BBM jadi irit karena kita tak perlu menginjak throtlle dalam-dalam untuk mengail tenaga.
Suspensi dengan Karakter Empuk

Suspensi Ayla baru lebih empuk.
Platform baru DNGA menyumbang karakter suspensi Ayla yang kami rasakan lebih empuk dari generasi sebelumnya.
Ketika kami coba melibas hamparan speed trap di depan Arhanud, Gedangan, Waru Sidoarjo atau di ruas jalan MERR sekitar Puri Mas, Surabaya, suspensinya merespon dengan lembut.
Karakter itu turut disumbang oleh profil ban berukuran 175/65-14 yang tersemat di varian 1.2 R CVT.
Konsekuensinya pada kecepatan tinggi terutama di atas 100 km/jam stabilitasnya mulai terasa menurun dan cenderung limbung seperti kami rasakan ketika melibas beberapa tikungan panjang di ruas tol Waru-Juanda.

Traction Control hadir sebagai standar.
Untungnya di varian ini, Daihatsu membekalinya dengan fitur traction control yang mampu sedikit mengeliminir gejala limbung.
Kabin Tambah Lega

Jarak sumbu roda bertambah 75 mm.
Daihatsu Ayla Baru bertambah panjang 100 mm, tambah lebar 15 mm hanya tingginya yang susut 15 mm.
Sementara jarak sumbu roda, mekar 75 mm. Imbasnya tentu langsung terasa saat memasuki kabinnya.

Ruang kaki penumpang belakang sangat lega.
Tak terbayang kalau mobil ini mrupakan sebuah small hatcback pasalnya ruang kaki baik penumpang depan dan belakang terasa lega, kaki pun bisa bergerak leluasa.
Untuk headroom, meski dimensi tinggi susut 15 mm, tapi ruang kepala yang disuguhkan masih sangat memadai.
Kelebihan lain, volume bagasi ikut bertambah sehingga meningkatkan kepraktisannya sebagai mobil harian.
Varian ADS

Body kit dan DRL LED membedakannya dengan non ADS.
Buat yang ingin tampil beda, bisa memilih varian ADS yang tersedia di tipe X dan R.
ADS atau Astra Daihatsu Styling merupakan paket aksesori untuk upgrade tampilan jadi lebih sporty.

Ornamen garnish reflektor di varian ADS.
Meliputi body kit depan, DRL LED, emblem ADS di lips bumper yang bermotif karbon, gril bermotif Diamond 3D rona piano black, stiker samping, garnish reflektor di bodi belakang, emblem ADS di kolom transmisi.

Head unitnya lebih advance dibandingkan varian non ADS.
Selain itu varian ADS juga mendapatkan kamera belakang dan head unit dengan spesifikasi berbeda.
Transmisi CVT dengan Dua Opsi

Transmisi CVT dengan opsi S (Sport) dan B (Brake).
Ayla ditawarkan dalam dua pilihan transmisi, manual 5 percepatan dan otomatis jenis Continuously Variable Transmission (CVT) yang oleh Daihatsu dinamai D-CVT.
Tidak seperti saudaranya, Agya tipe G, Ayla tidak dilengkapi dengan fitur manual dengan paddle shift.
Namun sebagai gantinya Daihatsu menyematkan opsi S (Sport) dan B (Brake).
Mode S digunakan ketika butuh karakter lebih responsif, sementara mode B akan menghadirkan karakter engine brake yang lebih kuat.
Fungsinya digunakan ketika melintas di kondisi jalan yang menurun.
Terutama turunan curam di daerah pegunungan seperti saat melewati turunan Cangar menuju Pacet-Mojokerto, Jatim atau jalan menurun dari Cemoro Sewu menuju Telaga Sarangan di kabupaten Magetan, Jatim.
Kekurangan
Getaran dan Suara Mesin

Suara mesin menyusup masuk ke dalam kabin.
Secara natural, karakter mesin 3 silinder akan menghasilkan getaran lebih besar dibandingkan mesin 4 silinder, utamanya ketika mesin berkitir stasioner.
Selain getaran, suara mesin terdengar lebih kasar dibandingkan mesin 4 silinder 3NR-VE.
Untuk mengatasi getaran itu, Daihatsu telah membekali mesin berkode WA-VE itu dengan balancer untuk mereduksi getaran yang muncul meski tidak lantas bisa menyamai karakter mesin 4 silinder.
Selain itu, engine mounting juga didesain agar selain menopang mesin juga maksimal mereduksi getaran yang sampai ke sasis.
Headrest

Headrest depan menghalangi pandangan penumpang belakang.
Daihatsu masih mempertahankan jok depan model sport seat dengan headrest terintegrasi di jok depan.
Meski ergonomi headrest di jok depan lebih baik karena kini kepala dapat bersandar dengan sempurna, berita buruknya pandangan penumpang belakang jadi terhalang oleh keberadaan headrest yang kini tinggi menjulang.

Di belakang, headrest hadir ala kadarnya.
Masih soal headrest, jok belakang hanya dilengkapi headrest ala kadarnya.
Desainnya sepertinya tidak diciptakan untuk orang dewasa, hanya untuk anak kecil.
Pelit Fitur

Tombol kontrol nirfungsi jadi hiasan setir.
Layaknya varian termahal seharusnya Daihatsu membedakan varian R dengan tetap mempertahankan lampu sein di spion, kaca rias (vanity mirror) di sunvisor dan headrest belakang tipe adjustable seperti Ayla sebelumnya.
Memang sih ada beberapa improvement yang dilakukan seperti head unit yang kompatibel dengan Apple Carplay & Android Auto.

Konektivitas ke smartphone melalui kabel yang tersembunyi di laci dasbor.
Sayangnya untuk menghubungkan smartphone masih harus pakai kabel yang tersembunyi di laci.
Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto
Comments